BUKU KEHAMILAN BEST SELLER NASIONAL YANG DIREKOMENDASIKAN OLEH DR. BOYKE KARENA TERBUKTI BISA MEMBANTU RIBUAN PASANGAN YANG INGIN SEGERA HAMIL. BUKU PEGANGAN WAJIB UNTUK IBU HAMIL INI DIJAMIN AMAN DAN TIDAK DIJUAL SECARA OFFLINE. DAPATKAN SEGERA, BANYAK TIPS DARI DR. ROSDIANA RAMLI YANG HARUS ANDA KETAHUI.
BONUS SPESIAL MENANTI ANDA, PERSEDIAAN TERBATAS. JANGAN LUPA ISI FORM DIBAWAH!
BONUS SPESIAL MENANTI ANDA, PERSEDIAAN TERBATAS. JANGAN LUPA ISI FORM DIBAWAH!
Perkembangan teknologi informasi di era ini tidak membuat pengetahuan para pria bertambah tentang infertilitas. Segala macam informasi tentang seksologi sebenarnya sudah banyak di berbagai media. Ketabuan mempelajari tentang seks kemungkinan menjadi penyebab jarangnya kaum pria muda mau belajar ini sebelum menempuh kehidupan ke jenjang berikutnya (menikah).
Pada pasangan yang sudah menikah, biasanya mereka tidak akan mempermasalahkan infertilitas pada tahun pertama sejak pernikahannya atau sejak meninggalkan metode pengendalian kelahiran.
Terbukti bahwa memang wanita sehat biasanya akan langsung hamil pada tahun pertama pernikahannya. Ketika masanya lewat, barulah pasangan ini akan menyadari ada sesuatu yang tidak lazim pada fertilitasnya.
Tetapi biasanya yang akan pertama kali memeriksakan diri adalah istri. Ketika istri telah diperiksa awal oleh dokter, maka dokter biasanya akan memeriksa fertilitas suami sebelum istri menjalani pemeriksaan lengkap yang membutuhkan pembiusan.
Karena sosial dan budaya di Indonesia yang seringnya menyalahkan perempuan dalam infertilitas, pihak laki-laki akan merasa ketakutan ketika akan diperiksa kesuburannya yang padahal pada kasus kebanyakan tidak memerlukan pembiusan. Bagi Anda yang mengalami infertilitas dan memiliki suami yang masih ketakutan jika menjalani pemeriksaan, maka Anda bisa menyarankan bacaan dalam blog ini untuk mengubah perspektifnya. Ada 4 jenis kemungkinan infertilitas pada pria yaitu karena gangguan hormonal, gangguan fisik, gangguan fisik & psikologis, dan kemungkinan gangguan lainnya.
Selesailah saya membahas bagian infertilitas pada pria, tulisan ini merupakan salah satu ulasan terlengkap dalam panduan hamil cerdas. Jika Anda berminat untuk memiliki dan membaca keseluruhan isi panduannya dan ingin segera hamil dan dipandu oleh pakar kehamilan, kunjungi link ini http://goo.gl/q8eG5l
Pada pasangan yang sudah menikah, biasanya mereka tidak akan mempermasalahkan infertilitas pada tahun pertama sejak pernikahannya atau sejak meninggalkan metode pengendalian kelahiran.
Terbukti bahwa memang wanita sehat biasanya akan langsung hamil pada tahun pertama pernikahannya. Ketika masanya lewat, barulah pasangan ini akan menyadari ada sesuatu yang tidak lazim pada fertilitasnya.
Tetapi biasanya yang akan pertama kali memeriksakan diri adalah istri. Ketika istri telah diperiksa awal oleh dokter, maka dokter biasanya akan memeriksa fertilitas suami sebelum istri menjalani pemeriksaan lengkap yang membutuhkan pembiusan.
Karena sosial dan budaya di Indonesia yang seringnya menyalahkan perempuan dalam infertilitas, pihak laki-laki akan merasa ketakutan ketika akan diperiksa kesuburannya yang padahal pada kasus kebanyakan tidak memerlukan pembiusan. Bagi Anda yang mengalami infertilitas dan memiliki suami yang masih ketakutan jika menjalani pemeriksaan, maka Anda bisa menyarankan bacaan dalam blog ini untuk mengubah perspektifnya. Ada 4 jenis kemungkinan infertilitas pada pria yaitu karena gangguan hormonal, gangguan fisik, gangguan fisik & psikologis, dan kemungkinan gangguan lainnya.
Melihat Infertilitas Pada Gender
Sebelum membahas apa saja penyebab Infertilitas pada pria dan wanita, menarik untuk menyimak dimensi Infertilitas dilihat dari Gender. Dengan mengetahui ini, anda bisa menjelaskan secara ilmiah bahwa Infertilitas bukan melulu bermasalah pada seorang wanita. Beberapa fakta ini sangat menarik untuk Anda ketahui :- Pria ternyata bertanggungjawab terhadap 50% kasus Infertilitas yang terjadi.
- Wanita selalu menanggung kesalahan Infertilitas dan merendahkan status sosial mereka.
- Infertilitas menjadi sebuah dasar yang diterima Masyarakat ketika terjadi perceraian.
- 25-37% Penyebab Infertilitas di dunia adalah wanita, 8-22% adalah pria, dan 21-38% karena keduanya
1. Gangguan Hormonal
Gangguan ini ditandai dengan hormon yang terlalu tinggi atau rendah sehingga mempengaruhi kesuburan. Berikut ini jenisnya :- Hipotiroid. Adalah kondisi berkurangnya hormon tiroid yang dapat menurunkan Hiperprolaktinemia. Adalah sebuah kondisi medis dimana terjadi produksi berlebihan dari hormon prolaktin. menyebabkan galaktore dan gejala-gejala lain, seperti penurunan gairah seksual dan ketidaksuburan.
- Hipogonadotropik hipopituitarisme. Produksi hormon follicle stimulating hormone (FHS) dan lutenizing hormone (LH) dari kelenjar pituitari yang rendah menyebabkan terganggunya perkembangan sperma, menurunnya tingkat sel dalam testis.
- Hiperplasia adrenal kongenital. Kenaikan tingkat hormon androgen adrenal menekan kelenjar pituari sehingga menyebabkan produksi sperma rendah,geraknya kurang aktif, serta banyaknya sel sperma yang tidak benar-benar berkembang dengan baik.
- Panhipopituitarisme. Gagalnya kelenjar pituitari sehingga menekan hormon pertumbuhan, hormon stimulasi tiroid, dan tingkat LH dan FSH. Gejalanya bisa berupa testis yang berukuran normal atau kecil, impotensi dan hasrat seks yang menurun.
2. Gangguan Fisik
Ada berbagai macam gangguan fisik yang terjadi pada pria. Mulai dari gangguan produksi sperma sampai masalah sperma yang terhambat dari testis menuju penis. Berikut ini adalah masalah fisik pada pria yang umumnya terjadi :- Varikokel. Kelainan ini sama seperti varises tetapi jika pada varises terjadi pelebaran pembuluh vena pada kaki sedangkan pada varikokel terjadi dalam kantong zakar atau skrotum. Kasus ini sering terjadi pada usia 15 sampai dengan 25 tahun. 14-20 persen pria yang memeriksa infertilitasnya mengalami varikokel. Penyakit ini berpotensi membuat mandul dikarenakan bisa menurunkan kualitas dan kuantitas sperma.
- Kelainan saluran sperma. Saluran sperma yang berfungsi membawa sperma dapat mengalami kerusakan lantaran cedera atau penyakit. Beberapa masalah yang terjadi diantaranya sumbatan pada testis yang menyimpan sperma atau hambatan pada satu atau kedua saluran yang membawa sperma dari testis. Untuk penyebab bakteri penyebab infeksinya, suami harus berkonsultasi lebih lanjut ke dokter.
Selesailah saya membahas bagian infertilitas pada pria, tulisan ini merupakan salah satu ulasan terlengkap dalam panduan hamil cerdas. Jika Anda berminat untuk memiliki dan membaca keseluruhan isi panduannya dan ingin segera hamil dan dipandu oleh pakar kehamilan, kunjungi link ini http://goo.gl/q8eG5l





