BUKU KEHAMILAN BEST SELLER NASIONAL YANG DIREKOMENDASIKAN OLEH DR. BOYKE KARENA TERBUKTI BISA MEMBANTU RIBUAN PASANGAN YANG INGIN SEGERA HAMIL. BUKU PEGANGAN WAJIB UNTUK IBU HAMIL INI DIJAMIN AMAN DAN TIDAK DIJUAL SECARA OFFLINE. DAPATKAN SEGERA, BANYAK TIPS DARI DR. ROSDIANA RAMLI YANG HARUS ANDA KETAHUI.
BONUS SPESIAL MENANTI ANDA, PERSEDIAAN TERBATAS. JANGAN LUPA ISI FORM DIBAWAH!
BONUS SPESIAL MENANTI ANDA, PERSEDIAAN TERBATAS. JANGAN LUPA ISI FORM DIBAWAH!
Ketika hamil, daya tahan tubuh sering kali menurun, untuk itu olah raga tetap diperlukan. Ibu hamil tentu perlu menjaga kesehatan tubuh serta janinnya. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ibu hamil akan berolah raga.
1. Niat yang Kuat
Dengan keadaan perut membesar, tentu berolah raga menjadi satu aktivitas yang agak berat untuk dilakukan. Padahal, dengan perut yang semakin membesar, ibu hamil perlu menjaga agar tubuh kuat menopang janin yang ada dalam kandungan. Niat yang besar tentu menjadi hal yang paling penting sebelum Anda memulai untuk berolah raga. Olah raga ketika hamil dapat memperkecil resiko rasa sakit punggung serta mempercepat penurunan berat badan setelah melahirkan. Keuntungan lain ketika ibu hamil berolah raga semasa kehamilan adalah agar tidak stres, badan berenergi, serta badan tidak mudah pegal. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter kandungan jenis olah raga apa saja yang aman untuk janin.
2. Memilih Jenis Olah Raga
Jalan kaki adalah jenis olahraga yang paling pas untuk pemula. Selain mudah dan murah, gerakannya memiliki intensitas sedang serta tidak menimbulkan tekanan pada persendian. Supaya olah raga ini tidak terasa membosankan, ibu hamil dapat memvariasikan rute jalannya. Jenis pilihan olah raga lain yang aman untuk ibu hamil adalah berenang dan bersepeda (sepeda statis). Olah raga berseling akan memberikan pengaruh yang lebih baik untuk ibu hamil. Sehingga selain menyehatkan, olah raga juga menjadi sebuah aktivitas yang tidak membosankan.
3. Durasi vs Frekuensi
Durasi berolah raga juga perlu diperhatikan. Ibu hamil boleh berolah raga minimal 30 menit dalam sehari. Namun jika ibu hamil sudah terbiasa berolah raga, durasi boleh ditambah. Asal tubuh tetap merasa nyaman dan nafas tidak terganggu. Jika ibu hamil belum terbiasa berolah raga, durasi dapat dilakukan secara bertahap. Misalkan 5 menit per hari, kemudian ditingkatkan menjadi 10 menit, 15 menit, hingga kemudian menjadi 30 menit per hari. Bila tubuh sudah merasa capek, beristirahatlah! Ibu hamil dapat meneruskan olah raganya setelah badan tidak merasa capek.
4. Berolah Raga dengan Menyenangkan
Jangan lupa melakukan pemanasan atau peregangan sebelum memulai olah raga. Ibu hamil juga perlu memperbanyak minum air untuk menjaga tubuh agar tidak dehidras, berolah raga dengan diiringi musik yang disukai ibu hamil juga dapat meningkatkan kenyamanan dalam berolah raga.
5. Berolah Raga Bersama Teman
Olah raga akan terasa lebih menyenangkan bila dilakukan bersama teman. Selain memiliki lawan bicara ketika berolah raga, ibu hamil juga dapat meningkatkan semangat berolah raga jika bersama teman. Bergabung dengan kelas olah raga khusus ibu hamil bias menjadi alternatif lain.
Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.
1. Niat yang Kuat
Dengan keadaan perut membesar, tentu berolah raga menjadi satu aktivitas yang agak berat untuk dilakukan. Padahal, dengan perut yang semakin membesar, ibu hamil perlu menjaga agar tubuh kuat menopang janin yang ada dalam kandungan. Niat yang besar tentu menjadi hal yang paling penting sebelum Anda memulai untuk berolah raga. Olah raga ketika hamil dapat memperkecil resiko rasa sakit punggung serta mempercepat penurunan berat badan setelah melahirkan. Keuntungan lain ketika ibu hamil berolah raga semasa kehamilan adalah agar tidak stres, badan berenergi, serta badan tidak mudah pegal. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter kandungan jenis olah raga apa saja yang aman untuk janin.
2. Memilih Jenis Olah Raga
Jalan kaki adalah jenis olahraga yang paling pas untuk pemula. Selain mudah dan murah, gerakannya memiliki intensitas sedang serta tidak menimbulkan tekanan pada persendian. Supaya olah raga ini tidak terasa membosankan, ibu hamil dapat memvariasikan rute jalannya. Jenis pilihan olah raga lain yang aman untuk ibu hamil adalah berenang dan bersepeda (sepeda statis). Olah raga berseling akan memberikan pengaruh yang lebih baik untuk ibu hamil. Sehingga selain menyehatkan, olah raga juga menjadi sebuah aktivitas yang tidak membosankan.
3. Durasi vs Frekuensi
Durasi berolah raga juga perlu diperhatikan. Ibu hamil boleh berolah raga minimal 30 menit dalam sehari. Namun jika ibu hamil sudah terbiasa berolah raga, durasi boleh ditambah. Asal tubuh tetap merasa nyaman dan nafas tidak terganggu. Jika ibu hamil belum terbiasa berolah raga, durasi dapat dilakukan secara bertahap. Misalkan 5 menit per hari, kemudian ditingkatkan menjadi 10 menit, 15 menit, hingga kemudian menjadi 30 menit per hari. Bila tubuh sudah merasa capek, beristirahatlah! Ibu hamil dapat meneruskan olah raganya setelah badan tidak merasa capek.
4. Berolah Raga dengan Menyenangkan
Jangan lupa melakukan pemanasan atau peregangan sebelum memulai olah raga. Ibu hamil juga perlu memperbanyak minum air untuk menjaga tubuh agar tidak dehidras, berolah raga dengan diiringi musik yang disukai ibu hamil juga dapat meningkatkan kenyamanan dalam berolah raga.
5. Berolah Raga Bersama Teman
Olah raga akan terasa lebih menyenangkan bila dilakukan bersama teman. Selain memiliki lawan bicara ketika berolah raga, ibu hamil juga dapat meningkatkan semangat berolah raga jika bersama teman. Bergabung dengan kelas olah raga khusus ibu hamil bias menjadi alternatif lain.
Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.





